Secara geografis memang pantai timur pulau sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Daerah pantai sumatera timur ini pulalah yang dahulu didatangi oleh nenek moyang orang minangkabau yang berlayar sampai ke daerah maek di kabupaten lima puluh kota sebelah utara. Pedagang-pedagang islam yang mula-mula ke minangkabau juga melalui daerah ini, sehingga perdagangan diwaktu periode minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali, bukan itu saja, islam pertama pun masuk dari sini, baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari arab sendiri, maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari persia, hindustan, cina, india dan lain-lain. Jadi, jalur sungai kampar, batang maek, batang kapur itu pada masa pra sejarah merupakan jalur lalu lintas utama untuk menuju pedalaman minangkabau yang kaya akan emas, pala dan komoditi lainnya.

Batang Maek dari Jembatan Batang Maek. Sumber : dokumentasi ranahpusako.com
Pada permulaan abad masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan nusantara. Setelah mereka menempati kepulauan nusantara dan hidup secara terpisah, akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa minangkabau, jawa, bugis, madura, sunda, bali dan lain-lain.
Pada zaman purbakala, di asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara barat dan timur, yaitu melalui darat dan laut, jalan yang melalui darat disebut jalan sutera, mulai dari daratan cina melalui asia tengah sampai ke laut tengah. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum masehi. Waktu dimulainya perpindahan bangsa melayu muda ke arah selatan. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara cina dengan benua eropah atau romawi diwaktu itu dibawah raja iskandar zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti india, persia dan lain-lain.
Perhubungan laut ialah dari cina dan nusantara melalui selat malaka terus ke teluk persia dan laut tengah. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama masehi, karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Sejak waktu itulah daerah-daerah di pantai timur sumatera dan pantai utara jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan arab, india dan cina. Keadaan ini memungkinkan pedagang-pedagang indonesia, termasuk di dalamnya pedagang-pedagang minangkabau ikut aktif berdagang.
Dengan aktifnya pedagang-pedagang minangkabau dalam perdagangan dengan india, maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh hindu ke minangkabau melalui daerah pantai timur pulau sumatera. Dalam abad kedua setelah nusantara mempunyai perhubungan dengan india dan selama enam abad berturut-turut pengaruh hindu di nusantara besar sekali.
MENELUSURI JALUR PERDAGANGAN KUNO KE PEDALAMAN MINANGKABAU