DETAIL ARTIKEL

Resensi Buku: Sejarah Perkembangan Pers di Minangkabau 1859–1945 Karya Yuliandre Darwis
Cover buku Sejarah Perkembangan Pers di Minangkabau 1859-1945

Resensi Buku: Sejarah Perkembangan Pers di Minangkabau 1859–1945 Karya Yuliandre Darwis

admin 9 months ago Resensi Buku

Judul Buku: Sejarah Perkembangan Pers di Minangkabau 1859–1945

Penulis: Yuliandre Darwis, Ph.D

Penerbit: LP2M Universitas Andalas

Tahun Terbit: 2011

Jumlah Halaman: 217 halaman

Kategori: Sejarah Pers, Budaya Minangkabau, Komunikasi Massa

 

Pendahuluan

Buku Sejarah Perkembangan Pers di Minangkabau 1859–1945 karya Yuliandre Darwis merupakan kontribusi akademik penting dalam memetakan sejarah media dan komunikasi lokal Minangkabau. Sebagai pakar komunikasi dan mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Yuliandre menawarkan pendekatan ilmiah dan historis yang mengupas bagaimana pers menjadi instrumen perjuangan, pendidikan, dan identitas budaya di Sumatera Barat.

 

Gambaran Umum Buku

Buku ini memaparkan perkembangan pers Minangkabau sejak kemunculan surat kabar berbahasa Belanda dan Melayu pada pertengahan abad ke-19, hingga bertransformasi menjadi media perlawanan terhadap kolonialisme menjelang kemerdekaan. Dengan basis data empiris dan pendekatan komunikasi historis, penulis menunjukkan bahwa pers Minangkabau tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menjadi instrumen perubahan sosial dan politik.

 

Isi Pokok dan Struktur Buku

Buku ini terdiri dari enam bab utama yang membahas berbagai fase sejarah pers Minangkabau:

 

1. Pers Kolonial dan Awal Mula Informasi Publik

Dimulai dengan masuknya surat kabar Padangsche Handelsblad (1859), buku ini menunjukkan dominasi Belanda dalam arus informasi. Namun, kehadiran surat kabar ini memicu kesadaran di kalangan intelektual lokal.

 

2. Tumbuhnya Pers Pribumi

Halaman depan Soenting Melajoe (1912), surat kabar perempuan Minangkabau. Sumber: Wikimedia Commons

Halaman depan Soenting Melajoe (1912), surat kabar perempuan Minangkabau. Sumber: Wikimedia Commons

Abad ke-20 membawa perubahan besar. Muncul surat kabar lokal seperti Tjahaja Sumatera, Pewarta Soematra, dan Soenting Melajoe karya Rohana Kudus. Mereka mengangkat isu pendidikan, adat, emansipasi perempuan, dan nasionalisme.

Surat Kabar Al Mizan adalah Surat Kabar Agama Islam dan perkabaran, dikeluarkan oleh Sjarikatuikhsan Manindjau pada tiap-tiap permulaan bulan Arab. Sumber: wikimedia commons

 

3. Pers dan Dinamika Adat vs Kaum Muda

Buku ini sangat kuat dalam mengupas konflik antara kaum adat dan kaum muda di Minangkabau, yang turut memengaruhi arah pemberitaan media. Pers menjadi arena debat politik dan kebudayaan.

 

4. Masa Pendudukan Jepang dan Sensor Ketat

Yuliandre menunjukkan bagaimana Jepang mengontrol arus informasi dengan keras, namun beberapa tokoh pers tetap mampu menyisipkan pesan perlawanan dalam bentuk simbolik dan tersamar.

 

5. Peran Pers dalam Pergerakan Nasional

Pers Minang menjadi pusat diskusi nasionalisme. Tokoh seperti Djamaluddin Adinegoro berperan penting dalam mengangkat isu-isu kemerdekaan ke ranah nasional melalui media massa.

 

Keunggulan Buku

✅ Basis Data yang Kuat:

Yuliandre menggunakan banyak arsip primer dan surat kabar lama yang kini sulit ditemukan.

✅ Pendekatan Komunikasi Sosial:

Tidak hanya deskriptif, buku ini menganalisis fungsi pers sebagai alat konstruksi wacana, kontrol sosial, dan identitas kolektif Minangkabau.

✅ Mengaitkan Pers dengan Struktur Sosial Minangkabau:

Penulis menjelaskan hubungan antara media, sistem adat matrilineal, dan dinamika sosial politik masyarakat Minang.

 

Kelemahan Buku

➖ Beberapa bagian terasa padat secara akademik, sehingga kurang ringan untuk pembaca awam.

➖ Perlu lebih banyak visualisasi seperti peta media, tabel kronologis, atau dokumentasi surat kabar lama untuk memperkaya narasi sejarah.

 

Manfaat Buku bagi Studi Sejarah dan Media Lokal

  • Buku ini sangat penting untuk:
  • Peneliti sejarah pers lokal Indonesia
  • Mahasiswa komunikasi dan jurnalistik
  • Pemerhati budaya Minangkabau
  • Jurnalis dan aktivis media komunitas

 

Kesimpulan

Sejarah Perkembangan Pers di Minangkabau 1859–1945 karya Yuliandre Darwis tidak hanya menyajikan kronik surat kabar, tetapi juga merekam denyut nadi intelektualisme dan perjuangan rakyat Minangkabau melalui media. Buku ini menjadi bukti bahwa sejarah pers lokal memainkan peran vital dalam membentuk kesadaran kolektif dan perlawanan terhadap penjajahan.

---

© ranahpusako.comMencatat Sejarah, Mewarisi Kearifan Lokal


Artikel ini telah dibaca sebanyak 1436 kali

resensi buku budaya Sejarah Indonesia Sejarah minangkabau Sejarah Pagaruyung


(0) Comments

TAGS


Abad ke 1 M Abad ke 17 M Abad ke 18 M Abad ke 19 M Abad ke 2 M Abad ke 20 M Adat istiadat Adat istiadat minang Alek nagari Arkeologi Asal usul bangsa minangkabau Asal usul minang Asal Usul Minangkabau Asal usul orang minang Asal usul suku minang Bahasa daerah Balai Budaya Minang Budaya Minangkabau Budaya sumatera buku budaya Sumatra Diaspora Minangkabau emas Minangkabau Etnografi Minangkabau Fort De Kock Fort van der Capellen Geografis Ikatan Keluarga Minang jalur perdagangan Sumatra Kearifan lokal Kedaulatan Minangkabau Kekerabatan Kuliner minang Kuliner tradisional minang Luak bungsu Luak nan tangah Luak nan tuo Makanan Khas Minang Makanan Tradisional Minang Marawa Masjid Masjid bersejarah Masjid tua Masyarakat Minangkabau Matrilineal Menhir Minangkabau Minangkabau dan VOC Minangkabau International Network Minangkabau prakemerdekaan Minangkabau zaman kolonial Nagari Adat Nagari Minangkabau Organisasi Minang Pahlawan Nasional Panghulu Minangkabau Pembagian suku Pemerintahan Penghulu Peran Minangkabau perdagangan Nusantara Perjuangan Kemerdekaan Pituah Pusako Tinggi rantau Minangkabau Rendang resensi buku budaya Resensi Buku Sejarah Rumah adat minang Rumah Makan Padang Sejarah Indonesia Sejarah minangkabau Sejarah Pagaruyung Sejarah penyebaran islam sejarah perdagangan Indonesia Sejarah Sumatra Simbol Minangkabau Sistem Matrilineal Soko dan Pusako Sosial Suku di minang Surau Tanah Perantauan Tanah pusako Tokoh minang tokoh minang kabau Tokoh Minangkabau Tradisi Minangkabau Ulama minang warisan budaya Warisan Minangkabau Wisata budaya Minangkabau Wisata Sejarah Minangkabau Zaman Prasejarah